Akhir Dialektika Sejarah Dunia dalam Pandangan 3 Futuris

“Mereka menanyakan kepadamu tentang: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”( Al Quran: Surah Al A’raf: 187)

Pada bahagian pembuka tulisan ini, saya sengaja mengutip salah satu ayat dalam kitab Suci Al Quran mengenai misteri akhir sejarah manusia maupun dunia semesta alam yang dikenal dengan kata ‘kiamat’. Tentu saja Tuhan adalah yang Menghidupkan sekaligus yang Mematikan, yang Memulai dan yang Mengakhiri. Akan tetapi, sebagian manusia yang berkehendak dengan memiliki daya akal dan pikiran juga memiliki asumsi sendiri mengenai pertanyaan besar manusia mengenai akhir dunia. Dan tentunya manusia sendiri banyak melandaskan pemikiran dan kajiannya dengan berbagai fakta-fakta empiris, ilmiah, sekularis dan saintifik.

Pada awal abad 21 ini, masalah mengenai akhir sejarah dunia adalah sebuah wacana yang mengundang banyak perdebatan hingga saat ini. Berbagai perspektif dikemukakan oleh berbagai pihak, dari perspektif sekular hingga religius. Dari perspektif ilmiah (sains) hingga persektif metafisik. Namun, wacana besar mengenai akhir sejarah manusia pada saat ini lebih banyak terfokus pada tiga tesis tiga tokoh yang secara kebetulan berasal dari Amerika Serikat, yaitu Francis Fukuyama, Samuel Huntington dan Robert D. Kaplan.

Pada dasarnya, wacana mengenai akhir sejarah manusia ini banyak digagas oleh seorang pemikir revolusioner Yahudi-Jerman Karl Marx. Marx yakin bahwa arah perkembangan sejarah mempunyai tujuan tertentu yang ditetapkan oleh jalinan kekuatan-kekuatan materil, dan akan berakhir saat terciptanya utopia komunis yang akhirnya akan menyelelesaikan semua kontradiksi yang ada sebelumnya. Namun konsep sejarah sebagai proses dialektis sendiri Marx banyak berhutang pada Georg Willhem Frederich Hegel.

Pandangan Utama
Demikian halnya dengan ketiga futuris dari Amerika Serikat, mereka juga mengeksplorasi dan memprediksikan bagaimana akhir sejarah dunia ini akan berakhir. Francis Fukayama, memulai debat besar mengenai akhir sejarah manusia pada era pasca Perang Dingin dengan sebuah tulisannya pada tahun 1989, yang berjudul “Akhir Sejarah”. Dalam tulisan ini ia menyatakan bahwa yang akan segera tiba pasca perang dingin adalah akhir sejarah. Yang ia maksudkan dari pernyataan ini adalah memuncaknya evolusi ideologis umat manusia. Perdebatan tentang bentuk ideal pemerintahan telah selesai, karena demokasi liberal telah menang. Intinya Demokrasi liberal adalah pencapaian akhir manusia dalam merumuskan konsensus berkehidupan bermasyarakat, berserikat dan bernegara dengan menggunakan landasan demokrasi liberal.

Empat tahun berselang yaitu pada tahun 1993, Samuel Huntington menentang keras tesis dari Fukuyama, Huntington lewat tulisan yang berjudul “Benturan Peradaban” berpendapat bahwa jalur terjal dan genting konflik sejarah di masa depan bukanlah bersifat ideologis, ekonomis ataupun politk, melainkan bersifat budaya, yakni saat peradaban-peradaban besar dunia akan saling berbenturan, saling mendominasi bahkan saling menjatuhkan. Peradaban besar yang dimaksudkan Huntington lebih melihat peradaban yang lebih berakar dari agama, terutama agama monoteis yang saat ini menjadi agama dominan di dunia.

Dua tesis sebelumnya akhirnya mendapatkan sebuah perspektif baru dari Robert Kaplan, pada tahun 1994 Kaplan menentang pendapat Fukuyama dan Huntington lewat tulisannya yang berjudul “Anarki yang Mengancam.” Sebuah pernyataan singkat Kaplan mengutip pernyataan Homer-Dixon yang isinya adalah “demokrasi adalah hal yang problematis; kelangkaan (sumber daya alam) adalah hal yang lebih pasti.” Kaplan memperkirakan bahwa masa depan dunia tidak jauh berbeda dengan keadaaan Afrika saat ini, ketika pertumbuhan manusia, kerusakan lingkungan dan kebusukan politik akan menyebarluaskan anarki ke seluruh dunia. Pemenuhan akan sumber daya alam seperti minyak bumi, gas alam, dan bahan tambang lainnya serta perluasan wilayah (geografis-politis) juga menjadi sebuah pemicu sejarah manusia.

Komparasi Pemikiran

Dari ketiga tesis tersebut, pada dasarnya ketiga-tiganya telah terjadi di masa ini. Tinjauan pada tesis Fukuyama misalnya, pasca berakhirnya perang dingin (Amerika Serikat-Uni Soviet) memang membawa sebuah efek kemenangan bagi sistem demokrasi. Jerman yang sebelumnya terpisah Tembok Berlin saat bersatu sepakat menggunakan sistem demokrasi, bahkan negara yang komunis sekalipun secara tidak langsung bersikap demokrasi liberal terutama dalam kebijakan ekonominya, seperti China dan Russia.
Apalagi Amerika Serikat yang menempatkan posisinya sebagai agen penyebarluasan demokrasi ke seluruh dunia menjadi sebuah alasan legitimasi melakukan invansi ke negara lain. Iraq misalnya salah satu alasannya adalah ingin menegakan demokrasi dengan menggulingkan pemerintahan Saddam Husein yang diktator.

Pada tesis Huntington, fakta empiris juga menjadi sebuah pembenaran mengenai akhir dari sejarah dunia. Dalam tulisannya sendiri Huntington menyatakan bahwa peradaban adalah sebuah entitas budaya, Budaya biasanya terindentifikasikan dalam unsur-unsur objektif umum seperti bahasa, sejarah, agama, kebiasaan mapun melalui indentifikasi diri yang subjektif. Orang-orang memiliki tingkatan indentitas: Seorang penduduk Negara Malaysia dapat saja mengindentifikasikan dirinya sebagai orang Melayu, orang Kelantan, orang Malaysia, orang Parti UMNO atau orang Muslim.

Kaplan dalam tesisnya yang berjudul Anarki yang Mengancam, memberikan perspektif berbeda dibandingkan dengan Fukuyama dan Huntington. Kaplan menegaskan bahwa sumber daya alam bisa jadi akan menjadi sebuah masalah besar di masa datang. Bahkan perang antar negara bisa dipicu oleh masalah tersebut. Kaplan mencontohkan bahwa di abad 21 ini pasokan air akan semakin menipis, bisa jadi Mesir dan Ethopia akan berperang karena memperebutkan air sungai Nile, di Eropa ketegangan antara Hungaria dan Slovakia telah terjadi dalam hal pembendungan Danube. Demikian halnya dengan negara Malaysia, beberapa masa yang lalu sempat bersitegang dengan Indonesia dalam memperbutkan pulau Sipadan dan Ligitan.

Ketiga pandangan futuris Amerika Serikat mengenai akhir sejarah dunia pada dasarnya sangat menarik sebagai bahan pertimbangan wacana masyarakat. Toh pada dasarnya kembali berpulang seoang Atheist sekalipun mempercayai adanya akhir sebuah proses.

penulis sendiri dalam melihat akhir sejarah dunia dengan memakai perspektif ketiga futuris tersebut lebih menyetujui pendapat dari Kaplan, menyitir pernyataan Dixon yang mengatakan “Demokrasi adalah hal problematis, tapi kelangkaan SDA adalah hal yang pasti” adalah sebuah bahan pertimbangan yang sangat baik. Seserunya pertikaian dua negara karena perselishan politik masih bisa diatasi dengan jalan damai dan elegan. Benturan antara Kristen Protestan dan Katolik di Irlandia Utara, Inggris masih bisa di selesaikan dengan kepala dingin dan solutif. Tapi jika menyangkut kebutuhan perut (primer) masyarakat dan kebutuhan skunder masyarakat adalah hal yang pasti tak dapat ditawar.

Pastinya, asumsi atau tesis tiga futuris tadi lebih layak dilihat dari sudut pandang akedemis. Lebih bijak rasanya bagi kita untuk menerima bahwa hanya Tuhan yang lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita, dan hanya Dia yang tahu kapan sejarah umat manusia akan berakhir di dunia ini.


One response to “Akhir Dialektika Sejarah Dunia dalam Pandangan 3 Futuris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: